Aboe Bakar Apresiasi Pengawasan Lapas Narkotika Bangli, Sampaikan Permohonan Maaf atas Kritik Sebelumnya

Aboe Bakar Apresiasi Pengawasan Lapas Narkotika Bangli, Sampaikan Permohonan Maaf atas Kritik Sebelumnya
Foto: Aboe Bakar Apresiasi Pengawasan Lapas Narkotika Bangli, Sampaikan Permohonan Maaf atas Kritik Sebelumnya

Bangli, Bali — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan terhadap potensi peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Hal ini tercermin dalam kunjungan kerja Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsyi, ke Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli, Bali, Minggu (12/4/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan pengawasan serta program pembinaan warga binaan, khususnya terkait upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.

Dalam kegiatan tersebut, Aboe Bakar didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Gun Gun Gunawan, bersama jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli.

Rombongan melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan tes urin acak kepada lima warga binaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas BNN, seluruh sampel dinyatakan negatif narkotika. Proses tersebut turut disaksikan langsung oleh rombongan sebagai bagian dari verifikasi lapangan.

Selain itu, rombongan juga meninjau program pembinaan yang dijalankan di lapas, termasuk kegiatan keterampilan dan kemandirian warga binaan. Program ini diharapkan dapat mendukung proses reintegrasi sosial setelah warga binaan menyelesaikan masa pidana.

Aboe Bakar menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pengawasan di Lapas Narkotika Bangli yang dinilainya berjalan dengan baik. Ia menyebut hasil peninjauan lapangan memberikan gambaran yang lebih komprehensif.

“Saya melihat langsung pengawasan berjalan. Ini penting untuk memastikan lapas tetap bersih dari narkoba,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Aboe Bakar juga menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas pernyataan sebelumnya yang dinilai keras terkait kondisi lembaga pemasyarakatan.

“Saya menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan sebelumnya. Setelah melihat langsung di lapangan, terdapat upaya serius dalam menjaga kondisi lapas tetap terkendali,” katanya.

Sementara itu, Gun Gun Gunawan menegaskan bahwa penguatan pengawasan narkotika di lapas merupakan bagian dari program berkelanjutan Kemenimipas. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan BNN, termasuk pelaksanaan razia dan tes urin secara berkala.

“Upaya ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk menjaga lapas tetap bersih dari narkoba sekaligus memperkuat fungsi pembinaan. Konsistensi pelaksanaan di lapangan menjadi kunci,” ujar Gun Gun.

Ia menambahkan bahwa hasil pengawasan di Lapas Narkotika Bangli dapat menjadi salah satu contoh praktik yang diharapkan dapat diterapkan dan diperkuat di satuan kerja pemasyarakatan lainnya.

Melalui kegiatan ini, Kemenimipas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pengawasan berbasis kolaborasi lintas lembaga serta meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *